Artikel
Sumber: Solusi atasi kekebalan tubuh dan kesehatan mulut dengan essenzo cinnamon bark essential oil
Peluang Bisnis Online | Akademi Bisnis Digital ABDi | Reseller Essenzo | Essenzo | Property |
Pendaftaran Akademi Bisnis Digital ABDi, Reseller Essenzo & Penjualan Essenzo contact WA 0838 7571 2165


1. Polusi.
Menurut sebuah laporan 2016 yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara luar telah meningkat 8 persen secara global hanya dalam lima tahun terakhir.
2. Bahan Kimia dalam Air dan Suplai Makanan.
Menurut WHO, makanan yang tidak aman mengandung bakteri berbahaya, virus, parasit atau zat kimia menyebabkan lebih dari 200 penyakit, mulai dari diare sampai kanker. Selain itu, pasokan air kota saat ini mungkin mengandung fluorida, klorin, dan timbal, ke parasit seperti Giardia, hingga pengganggu endokrin yang ditemukan dalam kontrasepsi oral.
3. Penggunaan Obat-obatan.
Penggunaan obat biasa (zat ilegal dan obat-obatan yang diresepkan) dan minum secara teratur akan mengurangi jalur detoksifikasi, terutama pada hati dan sistem pencernaan. Survei Nasional Penggunaan Obat dan Kesehatan (NSDUH) menemukan bahwa 21,5 juta orang dewasa Amerika Serikat memerangi penyalahgunaan zat pada 2014.
4. Pikiran Negatif dan Emosi.
Bahkan pikiran dan emosi negatif pun bisa diterjemahkan menjadi stres di tubuh. Stres kronis meningkatkan kadar kortisol, menyebabkan peradangan dan sejumlah kondisi penyakit. Menurut CBS News, jumlah orang Amerika yang mengaku berada dalam “tekanan ekstrem” meningkat 18 persen antara 2014 dan 2015.
5. Pestisida.
Dalam sebuah makalah 2012 untuk National Institutes of Health, Dr. David Bellinger berhipotesis bahwa 16,9 juta poin IQ telah hilang pada anak-anak karena terpapar pestisida sehari-hari.

DokterSehat.Com–
Menderita sakit gigi bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Rasa
sakitnya bahkan bisa membuat orang dewasa menangis. Gigi berlubang
umumnya menjadi penyebab awal kita menderita sakit gigi. Sakit gigi
menjadi problem kesehatan yang juga serius bagi banyak orang. Apa
sebenarnya yang terjadi pada gigi kita saat menderita sakit gigi? Apa
akibat lain dari gigi berlubang? Bagaimana cara mencegah sakit gigi?
Sakit gigi
Gigi yang berlubang bukanlah disebabkan ulat seperti anggapan orang pada
zaman dahulu. Teori ini bertahan hingga tahun 1700-an hingga Willoughby
Miller seorang dokter gigi Amerika yang bekerja di Universitas Berlin
menemukan penyebab pembusukan gigi. Ia menemukan bahwa lubang gigi
disebabkan oleh pertemuan antara bakteri dan gula. Bakteri akan mengubah
gula dari sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi
menjadi asam (lingkungan alami gigi seharusnya adalah basa) dan asam
inilah yang akhirnya membuat lubang kecil pada email gigi.
Saat lubang terjadi pada email gigi, kita belum merasakan sakit gigi.
Tetapi, lubang kecil pada email selanjutnya dapat menjadi celah sisa
makanan dan adanya bakteri akan membuat lubang semakin besar yang
melubangi dentin. Pada saat ini kita akan merasakan linu pada gigi saat
makan. Bila dibiarkan, lubang akan sampai pada lubang saraf sehingga
kita akan mulai merasakan sakit gigi. Proses ini tidak akan berhenti
sampai akhirnya gigi menjadi habis dan hanya tersisa akar gigi.
Sakit gigi tidak dapat dipandang sebelah mata seperti anggapan
beberapa orang, karena bila didiamkan, dapat membuat gigi menjadi
bengkak dan meradang. Selain itu gigi berlubang dapat menjadi sarana
saluran masuknya kuman penyakit menuju saluran darah yang dapat
menyebabkan penyakit ginjal, paru-paru, jantung maupun penyakit lainnya.
Agar tidak semakin bertambah parah, maka bila Anda memiliki gigi
berlubang sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter gigi untuk
mengobatinya. Walaupun banyak orang tidak suka pergi ke dokter gigi
dengan alasan tidak peduli dengan keadaan gigi, khawatir biayanya mahal,
takut atau malu diejek karena gigi yang rusak, namun pergi ke dokter
gigi adalah solusi terbaik untuk mengatasi sakit gigi. Gigi berlubang
tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Walaupun, mungkin setelah
menderita sakit gigi, rasa sakitnya dapat hilang tetapi tidak
memperbaiki keadaan gigi. Gigi akan tetap berlubang, bahkan lubangnya
akan terus semakin membesar.
Menambal gigi dan cabut gigi
Langkah yang umumnya akan diambil dokter gigi adalah menambal gigi yang
rusak, bila lubangnya belum terlalu besar. Tetapi, bila kita merasakan
sakit gigi, proses penambalan tidak dapat langsung dilakukan karena
dengan demikian gas dalam gigi tidak dapat keluar. Dokter akan
memberikan obat penghilang rasa sakit atau akan mematikan saraf gigi
agar kita tidak tersiksa dengan rasa sakitnya. Pada kunjungan
selanjutnya barulah gigi akan dibersihkan dan ditambal sementara,
penambalan secara permanen dilakukan pada kunjungan berikutnya lagi.
Bila lubang terlalu besar dan tidak memungkinkan untuk ditambal,
berarti gigi harus dicabut. Sama seperti proses penambalan gigi, maka
gigi juga tidak dapat langsung dicabut saat gigi masih terasa sakit. Hal
ini disebabkan saat kita merasakan sakit gigi, maka obat anestesi (obat
kebal agar tidak terasa sakit saat gigi dicabut) tidak dapat menembus
akar gigi, sehingga saat dicabut akan menyebabkan sakit yang luar biasa.
Proses pencabutan gigi baru bisa dilakukan saat gigi sudah tidak terasa
sakit dan untuk menghilangkan rasa sakit dokter akan mematikan saraf
gigi.
Mengatasi rasa takut ke dokter gigi
Jika Anda merasa takut saat dokter gigi menangani gigi Anda, silahkan
beritahukan ke dokter Anda. Ia tentu senang membantu Anda mengatasinya.
Anda bisa memberitahunya bahwa Anda akan memberi isyarat dengan tangan
bahwa Anda takut atau merasa sakit saat ia sedang menangani gigi Anda.
Banyak pasien mendapati bahwa hal tersebut membuat mereka lebih tenang.
Selain itu kebanyakan dokter gigi sering mengajak bicara pasiennya
saat menangani gigi pasien. Hal ini bertujuan menenangkan hati pasien
tersebut.
Ingatlah bahwa gigi yang sehat menunjang kesehatan tubuh. Jika Anda
segera memperbaiki gigi Anda yang berlubang, hal ini akan menghindari
problem dan perawatan yang mahal di kemudian hari.
Menambal gigi dan cabut gigi
Langkah yang umumnya akan diambil dokter gigi adalah menambal gigi yang
rusak, bila lubangnya belum terlalu besar. Tetapi, bila kita merasakan
sakit gigi, proses penambalan tidak dapat langsung dilakukan karena
dengan demikian gas dalam gigi tidak dapat keluar. Dokter akan
memberikan obat penghilang rasa sakit atau akan mematikan saraf gigi
agar kita tidak tersiksa dengan rasa sakitnya. Pada kunjungan
selanjutnya barulah gigi akan dibersihkan dan ditambal sementara,
penambalan secara permanen dilakukan pada kunjungan berikutnya lagi.
Bila lubang terlalu besar dan tidak memungkinkan untuk ditambal,
berarti gigi harus dicabut. Sama seperti proses penambalan gigi, maka
gigi juga tidak dapat langsung dicabut saat gigi masih terasa sakit. Hal
ini disebabkan saat kita merasakan sakit gigi, maka obat anestesi (obat
kebal agar tidak terasa sakit saat gigi dicabut) tidak dapat menembus
akar gigi, sehingga saat dicabut akan menyebabkan sakit yang luar biasa.
Proses pencabutan gigi baru bisa dilakukan saat gigi sudah tidak terasa
sakit dan untuk menghilangkan rasa sakit dokter akan mematikan saraf
gigi.
Mencegah bigi berlubang
Untuk mencegah terjadinya lubang pada gigi, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:
Nah Tahukah Anda Ada Solusi Praktis & Alami Tanpa Bahan-Bahan Kimia
Yang Bisa Membantu Anda Mengatasi Masalah Sakit Gigi?


Membangun Bisnis di Internet Modalnya sangat murah.
Dapat dikerjakan paruh waktu, dapat dikerjakan kapan saja dan dimana saja
Berita baiknya lagi adalah ada ABDI Akademi Bisnis Digital,
yang siap membimbing Anda dari awal, walau GAPTEK sekali pun,
sampai Anda bisa membangun bisnis Anda di Internet dengan pondasi yang tepat

